met berkunjung

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

05 Juni 2017

Taman Nasional Bantimurung Kabupaten Maros,Sul - Sel

Bantimurung merupakan salah satu destinasi wisata terbaik di Sulawesi Selatan. Iya, berbagai jenis keindahan dan pesona alam yang di tawarkan pada obyek wisata Sulawesi ini. Diantaranya, penangkaran kupu-kupu, goa, cagar alam dan yang paling terkenal adalah pesona air terjunnya.
Air terjun di kawasan ini mengalir di antara tebing-tebing karst. Karst adalah sebuah bentuk formasi pegunungan yang diakibatkan dengan adanya kumpulan bebatuan kapur. Kawasan karst Bantimurung Bulu Saraung ini, merupakan kawasan karst terluas kedua di dunia.
Di kawasan tersebut ada karst yang berdiri sendiri dan adapula yang berjejer dengan membentuk kelompok-kelompok pegunungan.
Namun, yang paling menakjubkan adalah salah satu karst yang menjulang ke atas menyerupai sebuah tower sehingga ia dikenal dengan tower karst. Semuanya merupakan pahatan-pahatan alam yang sungguh luar biasa.


Nah, dari atas karst itulah mengalir air terjun setinggi sekitar 20 meter dengan lebar 15 meter. Airnya  yang jernih dan sejuk terus meluncur dengan derasnya sepanjang tahun. Di bawah cucuran air terjun, terdapat permandian dari  landasan batu kapur yang tidak terlalu dalam. Tak heran, pengunjung terkadang lupa waktu ketika berada di tempat ini.

Air terjun yang berada dalam areal Taman Nasional Bantimurung itu awal mulanya dipopulerkan oleh Alfred Russel Wallace, seorang naturalis dan kolektor asal inggris. Pada tahun 1919, ia menjadikan gua mimpi dan gua batu tersebut sebagai daerah konservasi.
Di areal tersebut terdapat sekitar 268 gua. Leang leaputte menjadi gua yang terdalam dengan kedalaman 260 meter sedangkan yang terpanjang adalah gua Salukan Kallang dengan panjang diperkirakan mencapai 27 kilometer. sayang, gua-gua tersebut masih kurang familiar dibandingkan dengan gua batu dan gua mimpi.Menurut sejarah, awalnya gua tersebut adalah tempat bertapa dan kediaman Karaeng Toakala atau raja Bantimurung. Dan salah satu tempat menuju goa terdapat sebuah makam yang di percaya milik raja Bantimurung.


Bahkan, Alfred Rassel Wallase, pernah menyempatkan diri tinggal  di kawasan ini selama kurang lebih satu tahun (1856-1857) untuk meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tergolong langka itu. Dan penjajah Belanda pernah menjuluki tempat ini  sebagai “Kingdom of Butterfly”.
Demi menjaga kelestariannya, pengelola Taman Nasional Bantimurung mengelola penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005 di areal seluas 2 hektar.Keanekaragaman pesona alam di Taman Nasional Bantimurung tersebut adalah aset yang perlu untuk tetap dijaga. Partisipasi dan keterlibatan semua pihak adalah faktor utama demi menjadikan Bantimurung tetap lestari.

Lokasi
Berdasarkan letak geografis, Taman Nasional Bantimurung berada sebelah utara kota Makassar, sekitar 50 kilometer dari kota Makassar dan 20 kilometer dari Bandara Hasanuddin Makassar. Tepatnya, Kecamatan Bantimurung,Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
 
 



Akses
Obyek wisata Sulawesi Selatan ini dapat dicapai dengan menggunakan angkutan umum (Pete-pete) ataupun mobil pribadi dari Kota Makassar, yang sekira 1 jam perjalanan. Tapi, jika pengunjung mengakses dari Bandara Hasanuddin, perjalanan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.
Bila anda adalah seorang penggemar wisata alam perbukitan yang memiliki nilai sejarah yang dipadukan dengan pesona air terjun, maka Bantimurung adalah pilihan terbaik dan harus menjadi tujuan wisata anda berikutnya.
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hubungi via :